Sejarah Sepak Bola Indonesia

Sejarah Sepak Bola Indonesia Pada Zaman Kolonial Belanda

0 0
Read Time:4 Minute, 8 Second

Sepak bola merupakan salah satu cabang olahraga paling populer di dunia, termasuk Indonesia. Di Indonesia sendiri sepak bola memiliki catatan sejarah yang cukup menarik untuk kita bicarakan kembali. Dimana sejarah tentang sepak bola Indonesia sendiri sangat jarang diketahui orang.

Bahkan sebagian penggemar sepak bola belum tentu mengenal bagaimana dunia sepak bola bisa masuk ke Indonesia dan terus berkembang hingga saat ini. Untuk itulah disini kita akan mencoba mengulik sejarah singkat dunia sepak bola di Indonesia.

Awal Masuknya Sepak Bola di Indonesia

Sepak bola sendiri muncul pertama kalinya pada zaman kolonial Belanda. Dua klub sepak bola pertama yang didirikan pada saman tersebut yakni Sparta dan Victoria di Surabaya pada tahun 1886.

Pada tahun 1900, Belanda menghimpun menghimpun klub-klub kecila ke dalam klub besar yang dikenal dengan istilah “Bond” (perserikatan). Dari perhimpunan ini lahirlah klub-klub besar seperti Batavia (14 clubs), Bandoeng (9 clubs), Soerabaja (12 clubs), Semarang (15 clubs), Malang (8 clubs), Soekaboemi (7 clubs), Djokjakarta (10 clubs).

Tropi NIVB
Tropi NIVB

Awalnya kompetisi antar kota hanya diadakan di pulau Jawa. Kemudian pada tahun 1919 didirikanlah organisasi sepak bola yakni Nederlandsch Indische Voetbal Bond (NIVB).

Assosiasi NIVB kemudian menjadi assosiasi FIFA pada 24 Mei 1924. Namun assosiasi NIVB tersebut berganti nama menjadi Nederlandsch Indische Voetbal Unie (NIVU) pada tahun 1936. NIVU merupakan kontestan Piala Dunia dari Asia pertama.

NIVU bermain di Reims
NIVU bermain di Reims

Sebenarnya pada saat itu terdapat 3 organiasasi sepak bola di Hindia Belanda yakni NIVU, PSSI dan HNVB. Namun yang diakui oleh FIFA pada saat itu hanyalah NIVU. Akan tetapi, sejak kedatangan tentara Jepang pada tahun 1942-1945, NIVU pun bubar. Baru setelah Jepang menyerah, NIVU kembali lagi dengan nama baru ISNIS.

Setelah Indonesia merdeka, FIFA mengakui PSSI sebagai induk organisasi sepak bola di Indonesia tahun 1952.

Sejarah Berdirinya PSSI

PSSI sendiri sudah berdiri pada tahun 1930 di Yogyakarta. Dimana pendiri utamanya yakni seorang insinyur sipil bernama Soeratin Sosrosoegondo. Soeratin merupakan lulusan Sekolah Teknik Tinggi di Heckelenburg, Jerman pada tahun 1927. Beliau juga merupakan penggemar sepak bola dan aktif di bidang pergerakan.

Kemudian beliau mengadakan pertemuan demi pertemuan dengan tokoh – tokoh sepakbola di Solo, Yogyakarta dan Bandung. Dimana pertemuan tersebut dilakukan dengan kontak pribadi untuk menghindari sergapan Polisi Belanda (PID).

Kemudian pada tanggal 19 April 1930, diadakanlah pertemuan antara wakil-wakil dari seluruh Indonsia yakni sebagai berikut.

  1. VIJ diwakili oleh Sjamsoedin
  2. wakil Bandoengsche Indonesische Voetbal Bond (BIVB) diwakili oleh Gatot
  3. Persatuan Sepakbola Mataram (PSM) diwakili oleh Daslam Hadiwasito, A.Hamid, M. Amir Notopratomo
  4. Vortenlandsche Voetbal Bond (VVB) diwakili oleh Soekarno
  5. Madioensche Voetbal Bond (MVB) diwakili oleh Kartodarmoedjo
  6. Indonesische Voetbal Bond Magelang (IVBM) diwakili oleh E.A Mangindaan
  7. Soerabajashe Indonesische Voetbal Bond (SIVB) diwakili oleh Pamoedji.

Dari pertemuan itulah lahir Persatoean Sepakraga Seloeroeh Indonesia (PSSI). Pada tahun 1950, nama Persatoean Sepakraga Seloeroeh Indonesia kemudian diubah menjadi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia yang juga menetapkan Ir. Soeratin sebagai Ketua Umum PSSI.

Setelah PSSI terbentuk, Soeratin dkk dengan segera menyusun program yang pada dasarnya “menentang” berbagai kebijakan yang diambil pemerintah Belanda melalui NIVB. Kemudian PSSI melahirkan program perjuangan yang dikenal dengan “stridij program“. Dimana setiap bond/perserikatan diwajibkan melakukan kompetisi internal untuk strata I dan II. Selanjutnya di tingkatkan ke kejuaraan antar perserikatan yang disebut “Steden Tournooi” dimulai pada tahun 1931 di Surakarta.

Kegiatan yang digerakkan oleh PSSI ini kemudian menggugah Susuhunan Paku Buwono X. Paku Buwono X kemudian mendirikan stadion “Sriwedari” lengkap dengan lampu, sebagai apresiasi terhadap kebangkitan “Sepakbola Kebangsaan“. Stadion Sriwedari diresmikan Oktober 1933 dan membuat kegiatan persepakbolaan semakin gencar.

Kemudian NIVU merintis kerja sama dengan PSSI dan mandatangkan tim dari Austria “Winner Sport Club ” pada tahun 1936. Pada tahun 1938 atas nama Dutch East Indies, NIVU mengirimkan timnya ke Piala Dunia 1938. Namun para pemain yang dikirimkan bukanlah dari PSSI namun dari NIVU sendiri walaupun terdapat 9 orang pemain pribumi / Tionghoa.

Ketidaksertaan pemain dari PSSI tersebut merupakan aksi protes Soeratin. Dimana beliau menginginkan adanya pertandingan antara tim NIVU dan PSSI terlebih dahulu sesuai dengan perjanjian kerjasama antara mereka. Kemudian alam kongres PSSI 1938 di Solo, Soeratin membatalkan secara sepihak Perjanjian dengan NIVU tersebut.

Pembentukan Liga Amatir, Semi-profesional dan Profesional

Liga sepak bola yang sudah diadakan sejak tahun 1930 dikenal dengan sebutan “Perserikatan” dan berlangsung hingga tahun 1979. Kemudian pada tahun 1979-1980 diperkenalkan kompetisi Liga Sepak Bola Utama (Galatama).

Galatama merupakan kompetisi sepak bola semi-profesional yang terdiri dari sebuah divisi tunggal (tahun 1983 dan 1990 ada 2 divisi). Galatama juga merupakan salah satu pioner kompetisi semi-profesional dan profesional di Asia selain Liga Hong Kong.

Kemudian pada tahu 1994, PSSI menggabungkan Perserikatan dan Galatama dan membentuk Liga Indonesia. Gabungan ini memadukan fanatisme yang ada di Perserikatan dan profesionalisme yang dimiliki Galatama yang bertujuan meningkatkan kualitas sepak bola Indonesia.

Kemudian pada tahu 2008, barulah diselenggarakan liga sepak bola profesional pertama di Indonesia. Dimana PSSI menyelenggarakan Liga Super Indonesia menggantikan Divisi Utama sebagai kompetisi tingkat teratas.

Sumber: 
1. https://www.pssi.org/news/sejarah-pssi
2. https://id.wikipedia.org/wiki/Sepak_bola_di_Indonesia
3. https://www.bolatimes.com/bolaindonesia/2021/06/25/173000/sejarah-sepak-bola-indonesia-yang-mungkin-jarang-diketahui-orang
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan